G3 Sistem Pembayaran

KELOMPOK 3
Arri Dwi Prasetyo (07)
Hendriko Sitorus (17)
Jusman K (19)
Rofi Triansyah (26)

TUGAS EKSPOR IMPOR
PERDAGANGAN INTERNASIONAL

A. PERTUKARAN

Pertukaran timbul akibat motif untuk memperoleh “Gains from Trade”, yang dimana bagi salah satu atau masing2 pihak dirasakan adanya manfaat tambahan. Pembagian manfaat dari perdagangan diantara pihak-pihak yang melakukan perdagangan ditentukan oleh kekuatan tawar-menawar masing-masing dalam proses tukar-menukar. Pertukaran yang menguntungkan tesebut dapat disebut sebagai yang suatu istilah yang sering kita dengar yaitu “Perdagangan”, sehingga bukanlah definisi perdagangan apabila terjadi kerugian di salah satu pihak ataupun ridak ada manfaat tambahan di satupun pihak pertukaran sebagaimana yang terjadi antara perdagangan paksa jajahan dengan penjajahnya ataupun transfer produk dari perysahaan multinasional dengan anak cabangnya dalam dalam konteks perdagangan internasional.

B. KEUNGGULAN KOMPARATIF

Dalam kasus ekspor-impor, penyebab terjadinya pertukaran tidak absolut akibat perbedaan selera konsumsi sebagaimana terjadi pertukaran antara suatu masyarakat ataupun antara individu namun lebih cenderung pada kemampuan produksi yang ditentukan pada umumnya oleh kondisi geografi suatu negara. Keunggulan efisiensi produksi akan membuat suatu komoditi lebih melimpah di suatu negara dibandingkan negara lain. Efisiensi tersebutlah yang menutu kaum klasik Davi Ricardo membuat harga suatu komoditi menjadi lebih murah sehingga memiliki “Keunggulan Mutlak” sehingga pasar internasional akan memilih negara tersebut sebagai tujuan impor. Hal ini tentu tidak terlepas dari faktor ekonomi dimana barang akan mengkhususkan diri menghasilkan komoditi tersebut untuk mengimpor komoditi yang negaranya kurang efisien apabila memproduksinya sendiri.
Namun di jaman modern ini tidak jarang terdapat suatu negara yang efisien dalam memproduksi hampir semua komoditi yang dibutuhkannya, sehingga apabila teori keunggulan mutlak diterapkan, maka tidak akan terjadi adanya perdagangan internasional bagi negara tersebut. Tetapi kaum klasik David Ricardo tidak sependapat, karena dalam hal ini yang berlaku adalah teori “Keunggulan Komparatif”, dimana suatu negara hanya akan mengekspor barang yang mempunya keunggulan komparatif tinggi, dan mengimpor barang yang mempunyai keunggulan komparatif rendah.
Pola keunggulan komparatif menentukan pola perdagangan internasional. Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi keunggulan komparatif,yaitu :
1. Faktor produksi yang tersedia
2. Skala ekonomi
3. Kemajuan teknologi
• Faktor produksi yang tersedia
Berdasarkan teori heckscher-ohlin, suatu Negara akan berspesialisasi(tidak mutlak) pada produksi barang yang padat karya apabila memiliki relative lebih banyak factor tenaga kerja dan dalam produksi padat capital apabila memiliki lebih banyak factor capital di dalam negri.
• Skala ekonomi
Skala ekonomi memberikan keuntungan terhadap Negara yang lebih dulu masuk ke pasar. Adanya skala ekonomi merupakan salah satu alas an mengapa negara perlu memberikan perlindungan ekonomis kepada “industry anak-anak”, yang keunggulan komparatifnya akan nampak setelah dewasa. Skala ekonomi juga merupakan salah satu penyebab timbulnya monopoli dan perusahaan transnasional.
• Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi dapat bersifat :
a. Labor saving
b. Capital saving
c. Natural resources saving
d. Pengembangan produk baru
Pada kenyataannya kemajuan teknologi merupakan sumber keunggulan komparatif yang sangat penting. Suatu negara bias memiliki dan mempertahankan keunggulan komparatifnya karena dinamis di bidang teknologi.

SISTEM PEMBAYARAN INTERNASIONAL

Pembayaran internasional dilakukuan dalam:
1. Pertukaran barter
2. Sistem standar emas penuh
3. Sistem standar devisa emas
4. Sistem uang internasional
5. Sistem kurs devisa

PERTUKARAN BARTER

Bayangkan suatu keadaan yang tanpa alat tukar. Perdagangan terjadi dengan cara menukar barang langsung dengan barang. Jadi nilai ekspor suatu negara akan selalu sama dengan nilai impornya. Namun dalam dunia barter seperti inipun masih ada kemungkinan bagi suatu negara untuk mengimpor barang yang lebih besar daripada produksi ekspornya.
Dalam sistem barter ekspor bisa berbeda dengan impor apabila salah satu negara:
1. memberikan pinjaman atau penangguhan pembayaran bagi kelebihan ekspornya, atau
2. membayar kelebihan impornya dengan mengambil dari stok yang dipunyai.

STANDAR EMAS PENUH

Dalam negerinya maupun transaksi luar negerinya. “Uang Emas” ini tidak harus berupa logam emas, tetapi bisa berupa uang kertas yang dijamin sewaktu-waktu bisa ditukarkan dengan x gram emas pada bank sentral, (uang yang berupa kertas lebih mudah dan murah untuk dibawa dan dipindah-pindahkan). Secara ekonomis, uang emas logam dan uang emas kertas seperti itu tidak ada bedanya. Negara yang menggunakan uang emas baik untuk transaksi dalam negerinya maupun transaksi luar negerinya dikatakan menganut sistem standar emas penuh.
Dalam sistem standar emas penuh, tidak ada perbedaan antara devisa dan uang dalam negeri. Emas digunakan sebagai alat pembayaran dalam negeri. Dalam sistem ini defisit atau surplus neraca pembayaran akan hilang secara otomatis lewat mekanisme Hume.

SISTEM DEVISA EMAS

Bila emas digunakan untuk alat pembayaran luar negeri, tetapi tidak untuk alat pembayaran dalam negeri, kita katakan bahwa negara tersebut menganut sistem devisa emas. Penduduk negara tersebut tidak diperkenankan memegang emas sebagai alat pembayaran (emas untuk perhiasan dan keperluan industri biasanya masih diperkenankan). Emas dimonopoli oleh pemerintah (bank sentral). Pembayaran luar negeri dilaksanakan lewat bank sentral, dan dalam kenyataan merupakan transaksi pembayaran antara bank sentral suatu negara dengan bank sentral dengan negara lain, bukan antara perorangan. Hubungan langsung antara posisi neraca pembayaran dan stok uang dalam negeri terputus, dan mekanisme Hume tidak bisa diharapkan bekerja secara penuh.

MATA UANG INTERNASIONAL
Beberapa mata uang telah menggantikan funsi emas sebagai alat pembayaran internasional. orang cenderung lari kembali ke emas. Dan ini berarti bahwa perdagangan internasional terhambat.
Salah satu pemecahan yang dicoba adalah diciptakannya sistem Special Drawing Rights(SDR) oleh IMF. SDR adalah semacam uang giral internasional yang bisa diciptakan, sesuai dengan kebutuhan. Nilai SDR dikaitkan dengan sejumlah mata uang utama dunia, dengan tujuan agar nilainya cukup stabil. Sistem SDR adalah satu langkah penting menuju “mata uang dunia” dalam arti yang sebenarnya.

SISTEM KURS DEVISA

Sistem kurs devisa tetap adalah suatu sistem devisa di mana pemerintah menetapkan tinkat kurs matauang negara tersebut dengan matauang-matauang negara lain, dan berusaha untuk mempertahankannya dengan berbagai kebijaksanaan secara sadar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: