F3 MASALAH EKIN

NAMA ANGGOTA :1.ALFIANSYAH W (4)
2.CATUR SETIO NUGROHO (8)
3.IMMANUEL TAMBUNAN (14)
4.INDAH KURNIAWATI (15)
5.KRISNA ERLANGGA (20)
6.MARTHA ANITANTYA (21)
7. MUHAMMAD RIFKI (24)
8. NOVALITA PURBA (26)
EKSPOR IMPOR
Kegiatan ekspor impor adalah kegiatan menjual barang dan jasa dalam negeri ke luar negeri dan membeli barang dan jasa luar negeri ke dalam negeri dengan alasan tidak ada negara yang dapat menyediakan seluruh kebutuhan dan sumber dayanya sendiri tetapi harus melakukan perdagangan Internasional dengan negara lain untuk mencukupi kebutuhannya sekaligus memperoleh keuntungan masing-masing negara.
Y = C + (S-I) + (G-T) + (X-M)
C = Konsumsi;S-I = Tabungan – Investasi;G-T = Pengeluaran pemerintah – Pajak(APBN);X-M = Ekspor-Impor
4 Metode dalam ekspor impor:Metode Serba lembaga,metode serba kebijakan, metode serba komoditi, dan metode serba persaingan.
MASALAH YANG DIBAHAS DALAM ILMU EKONOMI INTERNASIONAL
Ilmu ekonomi internasional mengkaji saling ketergantungan antarnegara.Ilmu ini menganalisa arus barang, jasa, dan pembayaran-pembayaran antara sebuah negara dan negara-negara lain di dunia, kebijakan yang diarahkan pada pengaturan arus ini, serta pengaruhnya pada kesejahteraan negara.Saling ketergantungan ekonomi antarnegara ini dipengaruhi oleh hubungan politik, sosial, budaya, dan militer antarnegara.
Secara spesifik, ilmu ekonomi internasional mengkaji teori perdagangan internasional, kebijakan perdagangan internasional, pasar valuta asing dan neraca pembayaran (balance of payment), serta ilmu makroekonomi pada perekonomian terbuka.Teori perdagangan internasional menganalisa dasar-dasar terjadinya perdagangan internasional serta keuntungan yang diperolehnya.Kebijakan perdagangan internasional membahas alasan-alasan serta pengaruh pembatasan perdagangan, serta hal-hal yang menyangkut proteksionisme baru (new protectionism).Pasar valuta asing merupakan kerangka kerja terjadinya pertukaran mata uang sebuah negara dengan mata uang negara lain, sementara neraca pembayaran (balance of payment) mengukur penerimaan total sebuah negara dari negara-negara lainnya di dunia dan total pembayaran ke negara-negara lain tersebut.Ilmu makroekonomi negara terbuka membahas mekanisme penyesuaian dalam ketidaksesuaian neraca pembayaran (defisit dan surplus) seperti halnya pengaruh saling ketergantungan antarnegara di bawah sistem moneter internasional yang berbeda, serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan sebuah negara.
Teori dan kebijakan perdagangan Internasional merupakan aspek mikroekonomi ilmu ekonomi internasional sebab berhubungan dengan masing-masing negara sebagai individu yang diperlakukan sebagai unit tunggal, serta berhubungan dengan harga relatif satu komoditas.Di lain pihak, karena neraca pembayaran berkaitan dengan total penerimaan dan indeks harga umum, maka kedua hal ini menggambarkan aspek makroekonomi ilmu ekonomi internasional.Hal ini sering disebut sebagai ilmu makroekonomi perekonomian terbuka(open economy macroeconomics) atau keuangan internasional(international finance).
Hubungan ekonomi internasional berbeda dari hubungan ekonomi antarregional(yaitu hubungan ekonomi di antara berbagai wilayah negara yang sama), sehingga memerlukan peralatan analisis yang sedikit berbeda dan menganggap ekonomi internasional sebagai bagian yang berbeda dari ilmu ekonomi.Artinya setiap negara selalu menerapkan beberapa pembatasan(restriksi) terhadap arus barang, jasa, serta berbagai macam faktor produksi yang akan melintasi batas negaranya.Hal tersebut tidak dilakukan secara internal.Selain itu, arus internasional sedikit banyak dipengaruhi oleh perbedaan bahasa, adat, serta hukum yang berlaku di masing-masing negara.Selanjutnya, arus barang, jasa, dan sumber daya secara internasional juga akan menimbulkan pembayaran dan penerimaan dalam bentuk mata uang asing, yang nilainya selalu berubah sepanjang waktu.
Ilmu ekonomi internasional telah mengalami perkembangan yang cukup panjang dan berkelanjutan selama dua abad terakhir.Perkembangan ilmu ekonomi internasional tersebut tak lepas dari kontribusi banyak ekonom terkenal seperti Adam Smith, David Ricardo, John Stuart Mill, Alfred Marshall, John Maynard Keynes, dan Paul Samuelson
Tujuan Teori dan Kebijakan Ekonomi Internasional
Secara umum tujuan teori ekonomi adalah melakukan prediksi dan menguraikan atau menjelaskan prediksi tersebut.Artinya, teori ekonomi melakukan abstraksi dari hal-hal rinci di sekitar peristiwa ekonomi untuk memisahkan beberapa variabel dan berbagai hubungan yang dianggap paling penting dalam memprediksi dan menjelaskan peristiwa ekonomi.Sejalan dengan ini, dalam penjelasan teori ekonomi internasional selalu mengasumsikan bahwa dunia terdiri dari dua negara, dua komoditas, dan dua jenis faktor produksi.Selanjutnya ilmu ekonomi internasional juga mengasumsikan tidak terdapat pembatasan perdagangan, terjadi mobilitas faktor produksi secara sempurna dalam suatu negara namun tidak ada mobilitas antarnegara, terdapat persaingan sempurna pada pasar semua jenis komoditas dan faktor produksi, serta tidak terdapat biaya transportasi.
Asumsi-asumsi ini mungkin kelihatannya terlalu membatasi, namun sebagian besar kesimpulan yang didasarkan pada berbagai asumsi yang telah disederhanakan ini ternyata dapat diperoleh, meskipun diterapkan pada situasi dunia lebih dari dua negara, lebih dari dua komoditas dan faktor produksi, atau pada dunia dalam situasi terdapat mobilitas faktor produksi secara internasional, persaingan tidak sempurna, adanya biaya transportasi, dan pembatasan perdagangan.
Diawali dengan berbagai asumsi yang telah disederhanakan di atas, teori ekonomi internasional menjelaskan dasar-dasar serta keuntungan perdagangan, alasan serta pengaruh dilakukannya pembatasan perdagangan, kebijakan yang diarahkan untuk mengatur arus pembayaran dan penerimaan internasional, serta pengaruh kebijakan-kebijakan tersebut terhadap kesejahteraan suatu negara.
Meskipun ilmu ekonomi internasional menggambarkan aplikasi prinsip-prinsip mikroekonomi dan makroekonomi ke dalam konteks internasional, namun ternyata banyak teori-teori lanjutan yang berakar dari dalam ilmu ekonomi internasional itu sendiri.Salah satu contoh adalah ilmu yang dinamakan “theory of the second best”, teori produksi keseimbangan umum(general equilibrium theory), teori ekonomi kesejahteraan(welfare economics) dan teori pertumbuhan(growth theory) juga muncul dari bekerjanya ilmu ekonomi internasional.Berbagai sumbangan ini membuktikan kekuatan dan tingkat kepentingan ilmu ekonomi internasional sebagai cabang khusus dari ilmu ekonomi.
Masalah-Masalah Ekonomi Internasional Saat Ini
1.Meningkatnya Proteksionisme di Negara-Negara Maju
Menurut teori perdagangan secara murni, kebijakan terbaik dalam perdagangan internasional adalah perdagangan bebas.Di bawah kebijakan seperti itu, setiap negara akan melakukan spesialisasi dalam memproduksi komoditas yang dapat diproduksinya paling efisien.Selanjutnya, melalui pertukaran, setiap negara akan memperoleh keuntungan(yaitu dapat mengkonsumsi lebih banyak barang dan jasa yang mungkin tidak akan diperoleh jika tidak dilakukan perdagangan).Namun, dalam dunia nyata, sebagian besar negara menerapkan pembatasan-pembatasan terhadap arus bebas perdagangan tersebut.Meskipun jika dilihat dari sisi kesejahteraan nasional, hal ini sering dibenarkan, namun pembatasan perdagangan selalu disokong oleh segelintir produsen dan lebih banyak menguntungkan mereka, dengan mengorbankan mayoritas konsumen yang tidak dapat berbuat apa-apa.Saat ini, masalah-masalah tersebut semakin diperumit oleh kecenderungan negara-negara di dunia untuk membentuk tiga blok perdagangan yaitu blok perdagangan Amerika Utara(meliputi Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko), blok perdagangan negara-negara Eropa,serta blok perdagangan negara-negara Asia yang dipelopori oleh Jepang.
2.Fluktuasi yang Terus Berlanjut dan Besarnya Ketidakseimbangan Kurs Valuta Asing
Kurs valuta asing memperlihatkan ketidakstabilan atau fluktuasi yang terus berlanjut serta ketidakseimbangan yang cukup besar dan menetap.Hal ini mengganggu pola perdagangan internasional dan spesialisasi, serta menimbulkan ketidakstabilan kondisi keuangan internasional.Timbulnya ketidakstabilan dan ketidakseimbangan yang terus menerus dalam kurs valuta asing telah mendorong diperlukannya reformasi sistem moneter internasional yang sedang berlangsung, bersamaan dengan diperlukannya penetapan zona target fluktuasi beberapa mata uang utama yang diperbolehkan, serta semakin meningkatnya keperluan koordinasi kebijakan makroekonomi secara internasional di antara berbagai negara industri utama.
3.Pengangguran Struktural yang Tinggi di Negara-negara Eropa
Di negara-negara industri Eropa, tingkat pengangguran rata-rata berada di atas 10 persen selama beberapa dekade terakhir.Tingkat pengangguran ini bahkan melebihi 12 persen pada tahun 1994, sementara di Amerika Serikat hanya 7 persen.Situasi ini diperburuk lagi oleh kenyataan bahwa setengah para penganggur tersebut tersebut telah menganggur lebih dari setahun.Diyakini penyebab masalah pengangguran struktural atau jangka panjang yang dihadapi negara-negara Eropa sebagian besar diakibatkan oleh tunjangan sosial yang terlalu berlebihan serta ketidakstabilan pasar tenaga kerja yang mengurangi minat masyarakat untuk bekerja dan mengurangi penciptaan kerja.Akibat tingginya pengangguran ini, negara-negara Eropa mengimpor lebih sedikit komoditas dibanding yang seharusnya, dan cenderung membatasi perdagangan yang sia-sia melindungi lapangan kerja.Dalam dunia kita yang saling tergantung saat ini, masalah nasional atau regional seperti itu akan dengan cepat menjadi masalah perdagangan dunia.
4.Masalah Restrukturisasi yang Dihadapi Negara-negara Eropa Timur serta Negara-negara Bekas Uni Soviet
Meskipun telah mendapat kemajuan cukup besar dalam restrukturisasi bekas negara-negara Eropa Timur dan bekas Uni Soviet yang memiliki sistem ekonomi terpusat, masih tetap terdapat bahaya kembalinya perekonomian pada kondisi semula serta timbulnya kekacauan ekonomi.Negara-negara ini membutuhkan begitu banyak bantuan dari negara-negara Barat dalam bentuk modal dan teknologi untuk membangun ekonomi pasar serta untuk mengintegrasikan mereka ke perekonomian dunia.Jika dilihat dari sisi runtuhnya perdagangan tradisional yang melingkupi mereka, negara-negara ini juga memerlukan akses yang bersifat liberal ke pasar negara-negara Barat.Bantuan ini tidak saja dibenarkan dari segi-segi kemanusiaan,namun juga dari sisi kepentingan jangka panjang negara-negara Barat.Ilmu ekonomi internasional dapat membantu memahami lebih baik sifat dari berbagai masalah ini serta membantu mengevaluasi usaha-usaha penyelesaian yang sedang dilakukan atau diusulkan.
5.Kemiskinan di Beberapa Negara Berkembang yang Paling Miskin
Meskipun banyak negara berkembang khususnya Cina dan India telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini, masih banyak negara-negara berkembang paling miskin, terutama kawasan negara Subsahara Afrika, tetap menghadapi kemiskinan paling buruk, masalah utang luar negeri, stagnasi ekonomi, serta semakin melebarnya jurang ketidakadilan standar hidup.Kondisi-kondisi ini menimbulkan masalah serius bagi perekonomian dunia.Sistem ekonomi internasional yang telah menyebarkan keuntungan/manfaat perdagangan internasional dan spesialisasi secara merata tidak dapat dikatakan telah berfungsi sempurna, apalagi disebut telah memberikan keadilan.Dunia yang dipenuhi oleh jutaan orang yang kelaparan bukan saja tidak diterima di sisi etika, namun juga akan sulit mewujudkan suatu dunia yang aman.Ilmu ekonomi internasional akan membantu menjelaskan mengapa ketidaksamaan standar kehidupan antara negara-negara yang kaya dan miskin di dunia begitu besar dan semakin melebar, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini.
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1.Pandangan Merkantilisme Mengenai Perdagangan
Ilmu ekonomi dapat dikatakan lahir sejak publikasi buku Adam Smith berjudul Wealth of Nation tahun 1776 walalupun sebelumnya tulisan mengenai perdagangan Internasional telah muncul sebelumnya.Para penganut merkantilisme mengatakan satu-satunya cara bagi sebuah negara untuk menjadi kaya dan kuat adalah melakukan ekspor sebanyak mungkin dan impor sesedikit mungkin dimana surplus ekspor akan dibentuk dalam emas dan perak,sehingga para merkantilis mengukur kekayaan sebuah negara dari cadangan logam mulia yang dimiliki,sebaliknya saat sekarang ini mengukur kekayaan negara dengan cadangan SDM, hasil produksi, serta kekayaan alam yang tersedia untuk berproduksi.Thomas Munn, seorang yang berpengaruh terhadap merkantilis sendiri mengatakan bahwa cara paling baik meningkatkan kekayaan negara adalah dengan melakukan perdagangan internasional dimana dengan ekspor yang dilakukan diperhatikan juga kebutuhan negara yang kita ekspor,sementara untuk impor harus dikurangi dengan menahan konsumsi produk luar negeri.
2.Perdagangan Berdasarkan Keunggulan Absolut dari Adam Smith
Menurut Adam Smith, perdagangan antar dua negara didasarkan pada keunggulan absolut artinya jika sebuah negara lebih efisien(memiliki keunggulan absolut) daripada negara lain dalam memproduksi komoditinya, maka kedua negara tersebut memperoleh keuntungan dengan cara masing-masing melakukan spesialisasi dalam memproduksi komoditi yang memiliki keunggulan absolut dan menukarkannya dengan komoditi lain yang memiliki kerugian absolut.Jadi, berbeda dari kaum merkantilis yang percaya bahwa negara hanya dapat memperoleh keuntungan dengan mengorbankan negara lainnya serta menyarankan pengendalian pemerintah secara ketat pada semua aktivitas ekonomi dan perdagangan.Adam Smith sendiri, dengan tegas menyarankan kebijakan laissez-faire, yaitu kebijakan yang menyarankan sedikit mungkin intervensi pemerintah terhadap perekonomian.Walaupun sekarang kebijakan ini sangatlah bertentangan di sebagian besar negara yang memberlakukan banyak pembatasan terhadap arus bebas perdagangan internasional dengan alasan perlindungan industri dan pekerja domestik.
Jenis komoditi Amerika Serikat Inggris
Gandum(karung/jam kerja) 6 1
Kain(meter/jam kerja) 4 5

Jadi tampak AS lebih efisien dalam hal produksi gandum, sedangkan Inggris lebih efisien dalam memproduksi kain.Bila AS menukarkan 6 karung gandum dengan 6 meter kain, maka AS akan memperoleh keuntungan 2 meter kain(6 karung gandum setara dengan 4 meter kain di AS) dan menghemat ½ jam kerja.Sama halnya dengan 6 karung gandum yang diterima Inggris kan setara dengan 6 jam kerja memproduksi gandum di Inggris dan 6 jam ini jika dilakukan memproduksi kain akan menghasilkan 30 meter kain sehingga keuntungan yang diperoleh Inggris 24 meter kain.

3.Perdagangan Berdasarkan Keunggulan Komparatif:David Ricardo
Dalam buku David Ricardo yang berjudul Principles of Political Economy and Taxation, berisi prinsip mengenai hukum keunggulan komparatif yang merupakan salah satu hukum perdagangan Internasional yang paling penting dan belum mendapat tantangan dari berbagai aplikasi dan praktek.Menurut hukum keunggulan komparatif, meskipun sebuah negara kurang efisien(memiliki kerugian absolut) dibanding negara lain dalam memproduksi kedua komoditi, namum masih tetap terdapat dasar untuk melalukan perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak.Negara pertama harus melakukan spesialisasi dalam memproduksi dan mengekspor komoditi yang memiliki kerugian absolut lebih kecil(komoditi dengan keunggulan komparatif) dan mengimpor komoditi yang memiliki kerugian absolut lebih besar(komoditi dengan kerugian komparatif).
Jenis komoditi Amerika Serikat Inggris
Gandum(karung/jam kerja) 6 1
Kain(meter/jam kerja) 4 2

Amerika Serikat memiliki keunggulan absolut baik memproduksi gandum maupun kain, tetapi karena kunggulan komparatif gandum lebih besar(6:1) dibanding kain(4:2), maka AS memiliki keunggulan komparatif dalam gandum.Kerugian absolut Inggris lebih kecil dalam kain sehingga Inggris memiliki keunggulan komparatif pada kain.
Keuntungan Perdagangan
Kalau kita liha lagi tabel di atas, karena AS dapat menukarkan 6 karung gandum dengan 4 meter kain secara domstik, AS dapat memperoleh keuntungan jika dia menukarkan 6 karung gandum dengan kebih dari 4 meter kain dari Inggris.Di lain pihak di Inggris, 6 karung gandum setara dengan 12 meter kain(keduanya memerlukan 6 jam kerja).Oleh karena itu, berapapun jumlah kain(asalkan <12 meter) yang akan ditukar dengan memperoleh 6 karung gandum menggambarkan keuntungan perdagangan bagi Inggris.Secara ringkas, AS memperoleh keuntungan dalam arti bahwa AS dapat menukar 6 karung gandum dengan lebih dari 4 meter kain dari Inggris.Jadi range untuk perdagangan yang saling menguntungkan adalah(gandum=G;kain=K):
4K<6G ketimbang pada titk Ameskipun sama-sama terletak pada kurva indiferen I. penurunan MRS atau besaran sudut absolut tersebut mencerminkan bahwa semakin banyak komoditi X yang di konsumsidan semakin sedikit komoditi Y yang dikonsumsi, maka akan semakin berharga setiap unit Y bagi nefara itu di bandingkan satu unit komoditi X. sehingga menyebabkan semakin lama semakin sedikit komoditi Y yang mau dikorbankan oleh konsumen di Negara tadi demi memperoleh satu unit tambahan komoditi X. Peningkatan biaya oprtunitas dalam produksi dicerminkan oleh bentuk cembung kurva batas kemungkinan produksim sedangkan penurunan MRS dalam konsumsi dicerminkan oleh bentuk cekung dari kurva indiferen masyarakat.

3.3c Kelemahan-kelemahan Konseptual Kurva Indiferen Masyarakat
Agar kurva indiferen dapat digunakan sesuai fungsi uniknya maka kurva indiferen masyarakat ini tidak boleh saling berpotongan, inilah bentuk kelemahan dari kurva ini. Padahal jika jumlah kurva indiferen banyak menyerupai sebuah peta maka kumpulan kurva indiferen masyarakat melambangkan distribusi pendapatan tertentu yang ada di suatu Negara. Setiap distribusi pendapatan akan digambarkan oleh serangkaian kurva indiferen yang sam sekali baru, yang mungkin saja menimbulkan perpotongan antar kurva indiferen sebelumnya. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka kita tidak dapat lagi menggunakan kurva-kurva indiferen masyarakat itu untuk menentukan apakah pembukuan hubungan antarnegara itu cenderung meningkatkan kesejahteran Negara yang bersangkutan atau justru akan menurunkannya.
Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan menerapkan prinsip kompensasi. Menurut prinsip ini, suatu Negara akan memetik keuntungan dari perdagangan apabila keuntungan yang dinikmati oleh sebagian masyarakatnya > bila dibandingkan dengan kerugian yang dialami sebagian masyarakatnya. Ada beberapa cara yang digunakan untuk menghadirkan prinsip kompensasi tersebut yaitu dengan memberlakukan pajak oleh pemerintahkepada sebagian besar warganya yang diuntungkan oleh perdagangan dan memberikannya kepada sebagian warga lain yang mengalami kerugian akibat perdaganagn tadi.
3.4 Ekuilibrium dalam Kondisi Isolasi
Tanpa adanya perdagangan internasional, suatu negara akan mencapai kondisi ekuilibrium apabila ia dapat menjangkau kurva indiferen tertinggi yang dimungkinkan oleh kurva batas kemungkinan produksi serta kurva indiferennya. Kondisi itu akan tercipta di suatu titik di mana kurva indiferen masyarakat menjadi tangen dari kurva batas kemungkinan produksi. Sudut yang terbentuk menunjukkan posisi harga relatif ekuilibrium internal dan mencerminkan letak keunggulan komparatif negara yang bersangkutan.
3.4a Ilustrasi Ekuilibrium dalam Kondisi Isolasi

Negara 1 Negara 2
140
120 B’
100
Pa’=4
l Pa=1/4
EKUILIBRIUM DALAM KONDISI ISOLASI
Pada gambar di atas kita lihat bahwa kurva indiferen I merupakan kurva paling tinggi di negara 1, berdasarkan kurva indiferen produksi yang dimilikinya. Negara 1 akan berada dalam kondisi ekuilibrium atau mencapai kesejahteraan yang maksimal apabila melakukan produksi dan konsumsi di titik A (negara tersebut berada pada keadaan autarki). Negara 2 akan mencapai kondisi ekuilibrium apabila dapat menjangkau titik A’ di mana kurva batas kemungkinan produksi menjadi tangen terhadap kurva indiferen I’.
Hanya ada sati titik tangen yang melambangkan kondisi ekuilibrium yang merupakan akibat dari kurva indiferen masyarakat yang berbentuk cekung jika dilihat dari pusat sumbu dan tidak berpotongan satu sama lain. Titik-titik yang berada di bawah kurva indiferen memaksimalkan tingkat kesejahteraan social bagi negara tersebut. Sedangkan titik-titik yang berada di atas kurva indiferen akan sangat menguntungkan namun tidak mudah dijangkau karena harus mengerahkan sumber daya dan teknologi dalam jumlah memadai.
3.4b Harga Relatif Komoditi Ekuilibrium dan Keunggulan Komparatif
Harga relatif komoditi dalam kondisi ekuilibrium di tengah situasi isolasi dihitung berdasarkan besaran sudut dari tangen yang tercipta antara kurva batas kemungkinan produksi dan kurva indiferen. Dengan demikian, harga relatif komoditi X dalam kondisi isolasi bagi negara 1 adalah Pa=Px/ Py=1/4, sedangkan untuk negara 2 adalah Pa’=Px/Py=4.
Karena kondisi isolasi Pa lebih kecil daripada Pa’, berarti negara 1 memiliki keunggulan komparatif dalam produksi komoditi X, sedangkan negara 2 menguasai keunggulan komparatif dalam produksi komoditi Y. Apabila masing-masing negara focus pada produksi komoditi yang menjadi keunggulan mereka, kedua negara tersebut dapay melakukan hubungan dagang secara intensif.
Gambar di atas menunjukkan bahwa kekuatan penawaran dan permintaanmenentukan harga relatif ekuilibrium setiap komoditi masing-masing negara dalam kondisi autarki. Apabila kurva indiferen di masing-masing negara memiliki bentuk berbeda, tangen yang terbentuk dan harga relatif komoditi akan berbeda. Apabila harga relatif berada pada kondisi ekuilibrium, Px/Py, akan konstan di masing-masing negara berapa pun output dan permintaannya.

Keuntungan Perdagangan dan Sumber-sumbernya dalam Kondisi Peningkatan Biaya
Setiap negara harus melakukan spesialisasi dalam produksi yang keunggulan komparatifnya ia kuasai, sehingga dapat memenuhi permintaan dalam jumlah yang lebih banyak daripada jumlah yang diperlukan nya untuk memenuhi permintaan atau konsumsi domestik, dan menukarkan sebagian output atau kelebihannya itu ke negara lain dalam rangka memperoleh komoditi yang keunggulan komparatifnya tidak ia kuasai. Tetapi apabila suatu negara melakukan spesialisasi, maka semakin lama biaya oportunitas yang ditanggungnya semakin besar.hal ini aknan terus berlangsung sampai pada akhirnya hubungan perdagangan internasional akan berada dalam kondisi ekuilibrium.
3.5a Ilustrasi Landasan Keuntungan Perdagangan dalam Kondisi Peningkatan Biaya
Harga relatif ekuilibrium untuk komoditi X:
Negara 1: PA = ¼ ; Negara 2: PA= 4 ,maka : Negara 1 menguasai komoditi X dan Negara 2 menguasai komoditi Y.
Bila ada hubungan dagang => masing-masing negara akan melakukan spesialisasi di setiap komoditi yang merupakan keunggulan komparatifnya.
Proses spesialisasi akan terus berlanjut sampai harga-harga relatif komoditi yang diperdagangkan akan sama besarnya baik di Negara 1 maupun Negara 2.
Harga relatif (berdasar besaran sudut kurva kemungkinan produksi )berada di antara ¼ – 4.
Pencapaian harga relatif bersama merupakan elemen penentu keseimbangan = harga ekuilibrium dimana PB = PB’ = 1

GAMBAR 3.4
3.5b Harga Relatif Ekuilibrium untuk Komoditi setelah Perdagangan Berlangsung
Harga relatif ekuilibrium setelah perdagangan berlangsung (equilibrium relative commodity price with trade) : harga relatif bersama yang berlaku di dalam hubungan perdagangan internasional dan yang akan menyeimbangkan hubungan dagang di antara negara-negara terkait.
Gambar 3-4 : PB = PB’ = 1
Jumlah komoditi X ekspor neg.1 = 60 unit ; neg.2 = 60 X
Jumlah komoditi Y ekspor neg.2 = 60 unit ; neg.2 = 60 Y

Setiap harga relatif lain (selain harga ekuilibrium) tidak akan bertahan lama, karena hanya ada satu harga relatif ekuilibrium yang benar-benar dapat menyeimbangkan perdagangan.
Jika harga relatif Px/Py = 2 : jumlah komoditi X yang hendak diekspor oleh Negara 1 > yang akan diimpor oleh Negara 2.
Akibat : harga relatif komoditi X yang mengalami penurunan menuju Px/Py = 1
Apabila harga relatif < 1, maka jumlah komoditi X yang akan diekpor oleh Negara 1 semakin kecil keuntungan Negara 1 dan semakin besar keuntungan Negara 2.
Jika hargab relatif sebeklum perdagangan berlangsung persis sama di kedua negara, maka masing-masing negara tidak mempunyai keunggulan komparatif maupun kerugian komparatif. Selain itu, tidak akan ada dorongan untuk melakukan spesialisasi produk, sehingga hubungan dagang yang saling menguntungkan tidak akan pernah terjadi.
3.6. Perdagangan yang Didasarkan Atas Perbedaan Selera
Perbedaan-perbedaan harga relative komoditi yang terjadi di Negara 1 dan Negara 2 sebelum terjadinya perdagangan di antara kedua Negara tersebut disebabkan oleh kurva batas produksi dan kurva indiferen yang berbeda di masing-masing Negara.Hal ini akan menentukan keunggulan komparatif masing-masing Negara yang akan mendorong terjadinya spesialisasi produksi yang akan menciptakan hubungan perdagangan antar 2 negara tersebut.
Meskipun kedua Negara memiliki kurva batas kemungkinan produksi yang bahkan sama persis, masih ada hal lain yang memungkinkan terjadinya perdagangan antar dua negara, yaitu selera di masing-masing Negara. Jika selera di kedua Negara berbeda, maka keunggulan komparatif kedua Negara juga berbeda. Hal ini selanjutnya akan mendorong spesialisasi produksi di kedua Negara yang akan mendorong terjadinya perdagangan antar kedua Negara.

3.6a. Ilustrasi Perdagangan yang Didasarkan pada Perbedaan Selera

Gambar 3.6 mengilustrasikan perdagangan yang berdasarkan selera saja. Kurva kemungkinan produksi diasumsikan identik, maka satu kurva batas kemungkinan produksi dapat mewakili kedua Negara tersebut. Kurva Indiferen I menjadi tangen terhadap kurva batas kemungkinan produksi di titik A untuk Negara 1 dan kurva Indiveren I’ yang merupakan tangen kurva yang sama di titik A’ untuk Negara 2, maka harga komoditi X sebelum berlangsungnya perdagangan di Negara 1 akan lebih rendah bila dibandingkan dengan yang terdapat pada Negara 2. Jadi, Negara 1 unggul secara komparatif dalam komoditi X, sedangkan Negara 2 dalam komoditi Y. Karena terjadi perdagangan internasional, Negara 1 akan melakukan spesialisasi produksi barang X dan seluruh aktivitas produksinya akan bergerak ke bawah di sepanjang kurva batas kemungkinan produksinya, sedangkan Negara 2 akan melakukan spesialisasi produk Y dan seluruh aktivitas produksinya akan bergerak ke atas di sepanjang kurva batas kemungkinan produksinya. Spesialisasi tersebut akan terus berlangsung sampai harga-harga relative Px/Py di kedua Negara sama besarnya dan perdagangan di antara mereka seimbang. Hal tersebut terjadi di titik B yang menjadi satu dengan titik B’, di mana harga relative yang berlaku adalah PB = PB’ = 1. Di titik tersebut Negara 1 akan menukarkan 60 unit komoditi X untuk mendapatkan 60 unit komoditi Ydari Negara 2 (segitiga BCE) sehingga pada akhirnya ia dapat mengonsumsi di titik E yang terletak pada kurva indiferen III. Karena itu Negara 1 dapat memperoleh keuntungan 20X dan 20Y, bila dibandingkan dengan konsumsi di titik A. Negara 2 juga dapat menukarkan 60 unit komoditi Y untuk memperoleh 60 unit komoditi X dari Negara 1 (segitiga B’C’E’) sehingga ia dapat mengonsumsi pada titik E’ pada kurva indiferen III’. Pada titik tersebut Negara 2 juga memperoleh keuntungan tambahan 1 unit sebesar 20X dan 20Y. Jika perdagangan yang berlangsung didebabkan perbedaan selera saja, maka pola produksi di kedua Negara tersebut akan semakin mirip.

LAMPIRAN
Kurva Batas Kemungkinan Produksi

Kurva di atas menggambarkan batas-batas kemungkinan produksi dari suatu negara. Sudut kiri bawah merupakan awalan bagi komoditi X, sedangkan bagian kanan pojok atas merupakan titik awal bagi komoditi Y.
Setiap titik yang ada di dalam kurva menunjukan seberapa banyak K dan L yang dipergunakan untuk memproduksi komoditi X maupun Y di negara yang bersangkutan. Sedangkan garis-garis di dalam kurva yang menghubungkan tangent X dan tangent Y disebut Kurva Kontrak. Setiap titik yang berada di luar titik-titik yang ada dalam kurva di atas menggambarkan produksi yang tidak efisien karena negara yang bersangkutan sesungguhnya mampu untuk meningkatkan produksinya atas salah satu komoditi tanpa harus mengurangi produksi komoditi yang lain.
Kurva atau garis kontrak tidaklah berbentuk lurus karena harga-harga factor senantiasa berubah agar factor produksi K dan L berdaya guna secara penuh.
Setiap titik yang ada di dalam kurva menggambarkan jumlah total tenaga kerja yang tersedia (L) dan total jumlah modal yang ada (K) yang dapat dipergunakan untuk memproduksi komoditi X dan komoditi Y. sebagai contoh, pada titik A, jumlah tenaga kerja yang digunakan adalah LA danmodal yang diserap adalah KA. Semuanya digunakan untuk mmemproduksi 50 unit komoditi X dan sisanya untuk memproduksi 60 komoditi Y

OY

K

Gambar di atas menunjukan bahwa negara ini memiliki kelimpahan modal dibandingkan dengan kurva yang pertama.Untuk memaksimalkan efisiensi negara 2 harus berproduksi pada suatu titik yang berada pada kurva (dalam kasus ini titik A,P, dan B). komoditi X yang diproduksi dapat diketahui berdasar titik perpotongan garis isokuan dengan garis diagonal. Selanjutnya,titik tersebut ditarik ke sumbu Y sehingga diketahui besaran produksi komoditi yang bersangkutan.

Sebagai contoh, isokuan X dapat kita tarik melalui titik B sehingga memotong garis diagonal danmelambangkan besaran komoditi 40 X. isokuan Y juga dapat kita tarik melalui titik B sehingga memotong diagonal sehingga melambangkan besaran 120Y. proses tersebut menunjukan titik B senilai 40X dan 120 Y.

KESIMPULAN:

Pergerakan dari titik A ke titik B pada kurva kontrak bagi negara 1melambangkan peningkatan produksi komoditi Xdan meningkatkan rasio K/L.
Peningkatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Karena Y merupakan produksi padat modal maka begitu negara 1 mengurangi tingkat output,sebagian modl dan tenaga kerja akan terbebas dan masuk ke dalamrasio Xsehingga membuat rasio K/L dalam komoditi X mengalami peningkatan. Di sini ada kemungkinan modal tak terserap sehingga mengakibatkaan harga relatif modal mengalami penurunan.
Sebagai akibatnya, negara 1 terdorong untuk meningkatkan pemakaian K guna menggantikan sebagian Ldalam produksi kedua komoditi hingga modal yang ada dapat terserap maksimum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: