F1 Proteksi

Ringkasan Materi Kuliah Chapter 1 dan 2
Buku Ekonomi Internasional
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Ekspor-Impor
Disusun oleh : Kelas 2-F
Administrasi Perpajakan
Kelompok 1
(01) Afriyanti Matondang (07320006126)
(12) Fadhluddin Harish (07320006211)
(18) Irkham Aulia Fathony (07320006377)
(17) Irmayani (07320006247)
(19) Kharisma Rizki Mauludi (07320006255)
(22) Moh. Hermawan Sunazki (07320006267)
(29) Rendy Kurniawan (07320006313)
(32) Yoga Wirastadhi (07320006370)

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
2008 – 2009

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

1.1 Pentingnya Ilmu Ekonomi Internasional

Terdapat banyak sekali contoh produk yang tersedia bagi konsumen Indonesia yang diproduksi dan diimpor dari negara-negara lain. Kita sering kali tidak sadar bahwa produk-produk yang kita gunakan, atau bagian-bagian dari produk tersebut, pada dasarnya diproduksi di negara lain. Misalnya, mobil Mercedes, tas Guci, ban merek Michelin, dll merupakan produk-produk luar negeri.
Ilmu ekonomi internasional sangat diperlukan dalam memahami apa yang sedang terjadi di dunia saat ini, serta untuk mengetahui situasi konsumen, warga negara maupun para pemberi suara pada pemilihan umum. Pada lingkup praktek,ilmu ekonomi internasional, perbankan internasional, lembaga-lembaga pemerintah seperti Departemen Perdagangan, serta organisasi-organisasi internasional seperti PBB, Bank Dunia, dan IMF.

1.2 Perdagangan Internasional dan Standar Hidup Negara
Banyak negara-negara besar sangat mengandalkan perdagangan Internasional. Bagi negara-negara berkembang, ekspor memberikan peluang kesempatan kerja dan mengahasilkan devisa yang dapat dipergunakan untuk membayar berbagai produk luar negeri yang pada saat ini tidak dapat diproduksi dan teknologi maju tidak tersedia di dalam negeri.
Ukuran kasar terhadap hubungan ekonomi di antara berbagai negara, atau dikatakan sebagai tingkat saling ketergantungan (interpedence), diberikan oleh rasio antara impor dan ekspor mereka akan barang dan jasa terhadap produk domestik bruto.
Secara umum, saling ketergantungan antar negara telah semakin meningkat selama beberapa tahun terakhir ini, khususnya sejak Perang Dunia II, seperti dapat diukur dari pertumbuhan perdagangan dunia yang semakin cepat dibandingkan dengan output.
Namun, terdapat faktor lain yang dapat menimbulkan saling ketergantungan antarnegara sehingga peristiwa-peristiwa dan kebijakan ekonomi di suatu negara akan saling mempengaruhi negara lain, dan sebaliknya. Sebagai contoh, peningkatan defisit anggaran Amerika Serikat kemungkinan alan dapat menaikkan tingkat suku bunga di Amerika Serikat dan menarik modal dari negara lain. Aliran modal yang masuk ke Amerika Serikat ini akan meningkatkan nilai dollar secara internasional, yang selanjutnya akan mendorong impor dan mengurangi ekspor Amerika Serikat. Hal ini kemudian akan menimbulkan defisit neraca perdagangan Amerika akan mengurangi aktivitas ekonomi dalam negeri dan mendorong peningkatan ekonomi di negara lain.
Jadi, dapat dilihat betapa lekatnya keterkaitan atau ketergantungan di antara berbagai negara pada saat ini. Selain itu juga dapat dilihat bahwa kebijakan pemerintah yang secara langsung ditujukan pada masalah-masalah domestik ternyata memiliki pengaruh internasional yang sangat signifikan.

1.3 Masalah yang Dibahas dalam Ilmu Ekonomi Internasional
Ilmu ekonomi internasional mengkaji saling ketergantungan antarnegara. Ilmu ini menganalisa arus barang, jasa, dan pembayaran-pembayaran antara sebuah negara dan negara-negara lain di dunia, kebijakan yang diarahkan pada pengaturan arus ini, serta pengaruhnya pada kesejahteraan negara. Secara spesifik, ilmu ekonomi internasional mengkaji teori perdagangan internasional, kebijakan perdagangan internasional, pasar valuta asing dan neraca pembayaran, serta ilmu makroekonomi pada perekonomian terbuka.
Teori dan kebijakan perdagangan internasional merupakan aspek mikroekonomi ilmu ekonomi internasional. Di lain pihak, neraca pembayaran dan kebijakan penyesuaian menggambarkan aspek makroekonomi ilmu ekonomi internasional. Hal ini sering disebut sebagai ilmu ekonomi perekonomian terbuka atau keuangan internasional. Hubungan ekonomi internasional berbeda dari hubungan ekonomi antarregional, sehingga memerlukan peralatan analisis yang sedikit berbeda dan menganggap ekonomi internasional sebagai bagian yang berbeda dari ilmu ekonomi.

1.4 Tujuan Teori dan Kebijakan Ekonomi Internasional
Secara umum, tujuan teori ekonomi adalah melakukan prediksi dan menguraikan atau menjelaskan prediksi tersebut. Dalam penjelasannya, teori ekonomi internasional selalu mengasumsikan bahwa dunia terdiri dari dua negara, dua komoditas, dan dua jenis faktor produksi. Ilmu ekonomi internasional juga mengasumsikan tidak terdapat pembatasan perdagangan, terjadi mobilitas faktor produksi secara sempurna dalam suatu negara namun tidak ada mobilitas antarnegara, terdapat persaingan sempurna pada pasar semua jenis komoditas dan faktor produksi, serta tidak terdapat biaya transportasi. Asumsi-asumsi ini mungkin kelihatannya terlalu membatasi. Namun sebagian besar kesimpulan yang didasari asumsi-asumsi ini dapat diperoleh, meskipun diterapkan pada situasi yang lebih rumit.
Meskipun ilmu ekonomi internasional menggambarkan aplikasi prinsip-prinsip mikroekonomi dan makroekonomi ke dalam konteks internasional, namun ternyata banyak teori-teori lanjutan yang berakar dari dalam ilmu ekonomi internasional itu sendiri. Salah satu contoh adalah theory of the second best, general equilibrium theory, welfare economics, dan growth theory. Berbagai sumbangan ini membuktikan kekuatan dari tingkat kepentingan ilmu ekonomi internasional sebagai cabang khusus dari ilmu ekonomi.

1.5 Masalah-masalah Ekonomi Internasional Saat Ini
Masalah perdagangan internasional paling serius yang dihadapi dunia saat ini adalah meningkatnya proteksionisme di berbagai negara maju serta kecenderungan negara-negara di dunia untuk membentuk tiga blok perdagangan utama. Masalah moneter internasional yang paling serius adalah ketidakstabilan kurs valuta asing yang terus berlanjut, serta besarnya dan menetapnya misalignment. Masalah ekonomi internasional lainnya yang dianggap serius adalah munculnya tingkat pengangguran struktural yang cukup tinggi dan dalam jangka waktu lama di negara-negara Eropa, masalah restrukturisasi yang dihadapi negara-negara Eropa Timur dan ex-Uni Soviet, serta tingginya kemiskinan dan melebarnya jurang ketidakadilan yang dihadapi negara-negara paling miskin di dunia.

1.5a Meningkatnya Proteksionisme di Negara-negara Maju
Menurut teori perdagangan secara murni, kebijakan terbaik dalam perdagangan internasional adalah perdagangan bebas.Di bawah kebijakan seperti itu, setiap negara akan melakukan spesialisasi dalam memproduksi komoditas yang dapat diproduksinya paling efisien. Selanjutnya, melalui pertukaran, setiap negara akan memperoleh keuntungan (yaitu dapat mengkonsumsi lebih banyak barang dan jasa yang mungkin tidak akan diperoleh jika tidak dilakukan perdagangan).Namun, dalam dunia nyata, sebagian besar negara menerapkan pembatasan-pembatasan terhadap arus bebas perdagangan tersebut. Meskipun jika dilihat dari sisi kesejahteraan nasional, hal ini sering dibenarkan, namun pembatasan perdagangan selalu disokong oleh segelintir produsen dan lebih banyak menguntungkan mereka, dengan mengorbankan mayoritas konsumen yang tidak dapat berbuat apa-apa.Saat ini, masalah-masalah tersebut semakin diperumit oleh kecenderungan negara-negara di dunia untuk membentuk tiga blok perdagangan yaitu blok perdagangan Amerika Utara(meliputi Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko), blok perdagangan negara-negara Eropa, serta blok perdagangan negara-negara Asia yang dipelopori oleh Jepang.

1.5b Fluktuasi yang Terus Berlanjut dan Besarnya Ketidakseimbangan Kurs Valuta Asing
Kurs valuta asing memperlihatkan ketidakstabilan atau fluktuasi yang terus berlanjut serta ketidakseimbangan yang cukup besar dan menetap.Hal ini mengganggu pola perdagangan internasional dan spesialisasi, serta menimbulkan ketidakstabilan kondisi keuangan internasional.Timbulnya ketidakstabilan dan ketidakseimbangan yang terus menerus dalam kurs valuta asing telah mendorong diperlukannya reformasi sistem moneter internasional yang sedang berlangsung, bersamaan dengan diperlukannya penetapan zona target fluktuasi beberapa mata uang utama yang diperbolehkan, serta semakin meningkatnya keperluan koordinasi kebijakan makroekonomi secara internasional di antara berbagai negara industri utama.

1.5c Pengangguran Struktural yang Tinggi di Negara-negara Eropa
Di negara-negara industri Eropa, tingkat pengangguran rata-rata berada di atas 10 persen selama beberapa dekade terakhir.Tingkat pengangguran ini bahkan melebihi 12 persen pada tahun 1994, sementara di Amerika Serikat hanya 7 persen.Situasi ini diperburuk lagi oleh kenyataan bahwa setengah para penganggur tersebut tersebut telah menganggur lebih dari setahun.Diyakini penyebab masalah pengangguran struktural atau jangka panjang yang dihadapi negara-negara Eropa sebagian besar diakibatkan oleh tunjangan sosial yang terlalu berlebihan serta ketidakstabilan pasar tenaga kerja yang mengurangi minat masyarakat untuk bekerja dan mengurangi penciptaan kerja.Akibat tingginya pengangguran ini, negara-negara Eropa mengimpor lebih sedikit komoditas dibanding yang seharusnya, dan cenderung membatasi perdagangan yang sia-sia melindungi lapangan kerja.Dalam dunia kita yang saling tergantung saat ini, masalah nasional atau regional seperti itu akan dengan cepat menjadi masalah perdagangan dunia.

1.5d Masalah Restrukturisasi yang Dihadapi Negara-negara Eropa Timur serta Negara-negara Bekas Uni Soviet
Meskipun telah mendapat kemajuan cukup besar dalam restrukturisasi bekas negara-negara Eropa Timur dan bekas Uni Soviet yang memiliki sistem ekonomi terpusat, masih tetap terdapat bahaya kembalinya perekonomian pada kondisi semula serta timbulnya kekacauan ekonomi.Negara-negara ini membutuhkan begitu banyak bantuan dari negara-negara Barat dalam bentuk modal dan teknologi untuk membangun ekonomi pasar serta untuk mengintegrasikan mereka ke perekonomian dunia.Jika dilihat dari sisi runtuhnya perdagangan tradisional yang melingkupi mereka, negara-negara ini juga memerlukan akses yang bersifat liberal ke pasar negara-negara Barat.Bantuan ini tidak saja dibenarkan dari segi-segi kemanusiaan,namun juga dari sisi kepentingan jangka panjang negara-negara Barat.Ilmu ekonomi internasional dapat membantu memahami lebih baik sifat dari berbagai masalah ini serta membantu mengevaluasi usaha-usaha penyelesaian yang sedang dilakukan atau diusulkan.

1.5e Kemiskinan di Beberapa Negara Berkembang yang Paling Miskin
Meskipun banyak negara berkembang khususnya Cina dan India telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini, masih banyak negara-negara berkembang paling miskin, terutama kawasan negara Subsahara Afrika, tetap menghadapi kemiskinan paling buruk, masalah utang luar negeri, stagnasi ekonomi, serta semakin melebarnya jurang ketidakadilan standar hidup.Kondisi-kondisi ini menimbulkan masalah serius bagi perekonomian dunia.Sistem ekonomi internasional yang telah menyebarkan keuntungan/manfaat perdagangan internasional dan spesialisasi secara merata tidak dapat dikatakan telah berfungsi sempurna, apalagi disebut telah memberikan keadilan.Dunia yang dipenuhi oleh jutaan orang yang kelaparan bukan saja tidak diterima di sisi etika, namun juga akan sulit mewujudkan suatu dunia yang aman.Ilmu ekonomi internasional akan membantu menjelaskan mengapa ketidaksamaan standar kehidupan antara negara-negara yang kaya dan miskin di dunia begitu besar dan semakin melebar, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

1.6 Organisasi Penyajian dan Metodologi Buku
1.6a Organisasi Penyajian
Buku Ekonomi Internasional disusun dalam empat bagian besar. Bagian pertama (Bab 2-7) membahas teori ekonomi internasional. Bagian kedua (Bab 8-12) menguraikan tentang berbagai kebijakan perdagangan internasional. Bagian tiga (Bab 13 dan 14) menguraikan pasar valuta asing dan pengukuran neraca pembayaran sebuah negara. Bagian empat (Bab 15-21) membahas tentang berbagai mekanisme untuk melakukan penyesuaian terhadap ketidakseimbangan neraca pembayaran atau makroekonomi perekonomian terbuka.
Buku ini diawali penjelasan teoritis dan abstrak yang kemudian menjadi semakin aplikatif dan berorientasi pada kebijakan. Penyajian tersebut didasari pemahaman bahwa untuk mencari kebijakan yang tepat untuk mengatasi suatu masalah yang mucul maka pahamilah terlebih dahulu sifat masalah tersebut.

1.6b Metodologi Buku
Buku ini menyajikan seluruh prinsip dan teori untuk memahami secara menyeluruh ilmu ekonomi internasional. Penjelasan teori serta konsep-konsep tersebut diikuti oleh berbagai contoh dalam bentuk angka-angka aktual, peristiwa, atau studi kasus agar lebih konkret dan mudah dimengerti.
Setiap bab berisi enam bagian ditambah sebuah rangkuman, tinjauan ke depan yang membahas materi bab selanjutnya, daftar istilah pokok yang menyajikan definisi istilah-istilah penting dalam bab bersangkutan, soal-soal kajian untuk diskusi, soal-soal latihan, lalu lampiran, dan yang terakhir daftar pustaka terpilih yang memberikan referensi paling penting mengenai konsep atau teori yang dibahas.
Hukum Keunggulan Komparatif

2.1 Pendahuluan
Dalam mempelajari Hukum Keunggulan Komparatif, kita akan membahas perkembangan teori perdagangan internasional sejak abad ketujuhbelas sampai bagian pertama abad keduapuluh. Pendekatan historis in sangatlah berguna bukan karena kami tertarik dengan “sejarah pemikiran ekonomi”, namun karena ini merupakan cara yang mudah untuk memperkenalkan konsep-konsep dan teori perdagangan internasional sejak yang termudah sampai ke hal yang lebih kompleks dan realistis.
Pertanyaan-pertanyaan pokok yang akan kita coba untuk dijawab dalam bab ini adalah:
1. Apa yang menjadi dasar dari perdagangan (the basis for trade) serta apa saja keuntungan yang diperoleh dari perdagangan (the gains from trade)? Seperti halnya seorang individu, sebuah negara kemungkinan hany akan melakukan perdagangan secara sukarela jika negara tersebut memperolah keuntungan dari perdagangan tersebut. Namun, bagaimana keuntungan tersebut dihasilkan?lalu, seberapa besar keuntungan tersebut dan bagaimana kekuntungan itu dibagi-bagi di antara negara-negara yang berdagang?
2. Bagaimana dengan pola perdagangan (the pattern of trade)? Artinya, komoditi apa yang diperdagangkan dan komoditi mana yang diekspor dan diimpor oleh masing-masing negara?
Dalam menyelesaikan jawaban-jawaban dari pertanyaan diatas, kita akan mulai dengan membahas secara singkat mengenai doktrin ekonomi yang dikenal sebagai merkantilisme yang muncul selama abad ketujuhbelas dan delapan belas. Selanjutnya kita akan melanjutkan membahas teori keunggulan absolut yang dikembangkan oleh Adam Smith. Begitu pula, kiya akan membahas teori keunggulan komparatif yang dikembangkan oleh David Ricardo, 40 tahun setelah tulisan Adam Smith. Teori komparatif oleh David Ricardo inilah yang lebih dapat menjelaskan pola dan keuntungan perdagangan. Hukum keunggulan komparatif juga merupakan salah satu hukum ekonomi paling penting yang dapat diterapkan di berbagai negara dan berguna untuk melihat berbagai kesalahan serius pada alasan-alasan logis yang diberikan oleh beberapa kalangan. Untuk menyederhanakan pembahasan, kita hanya akan mengacu pada dua negara dan dua komoditi.

2.2 Pandangan Merkantilisme Mengenai Perdagangan
Ilmu ekonomi dapat dikatakan lahir sejak publikasi buku Adam Smith berjudul Wealth of Nation tahun 1776 walalupun sebelumnya tulisan mengenai perdagangan Internasional telah muncul sebelumnya.Para penganut merkantilisme mengatakan satu-satunya cara bagi sebuah negara untuk menjadi kaya dan kuat adalah melakukan ekspor sebanyak mungkin dan impor sesedikit mungkin dimana surplus ekspor akan dibentuk dalam emas dan perak,sehingga para merkantilis mengukur kekayaan sebuah negara dari cadangan logam mulia yang dimiliki,sebaliknya saat sekarang ini mengukur kekayaan negara dengan cadangan SDM, hasil produksi, serta kekayaan alam yang tersedia untuk berproduksi.Thomas Munn, seorang yang berpengaruh terhadap merkantilis sendiri mengatakan bahwa cara paling baik meningkatkan kekayaan negara adalah dengan melakukan perdagangan internasional dimana dengan ekspor yang dilakukan diperhatikan juga kebutuhan negara yang kita ekspor,sementara untuk impor harus dikurangi dengan menahan konsumsi produk luar negeri.

2.3 Perdagangan Berdasarkan Keunggulan Absolut dari Adam Smith
Menurut Adam Smith, perdagangan antar dua negara didasarkan pada keunggulan absolut artinya jika sebuah negara lebih efisien(memiliki keunggulan absolut) daripada negara lain dalam memproduksi komoditinya, maka kedua negara tersebut memperoleh keuntungan dengan cara masing-masing melakukan spesialisasi dalam memproduksi komoditi yang memiliki keunggulan absolut dan menukarkannya dengan komoditi lain yang memiliki kerugian absolut.Jadi, berbeda dari kaum merkantilis yang percaya bahwa negara hanya dapat memperoleh keuntungan dengan mengorbankan negara lainnya serta menyarankan pengendalian pemerintah secara ketat pada semua aktivitas ekonomi dan perdagangan.Adam Smith sendiri, dengan tegas menyarankan kebijakan laissez-faire, yaitu kebijakan yang menyarankan sedikit mungkin intervensi pemerintah terhadap perekonomian.Walaupun sekarang kebijakan ini sangatlah bertentangan di sebagian besar negara yang memberlakukan banyak pembatasan terhadap arus bebas perdagangan internasional dengan alasan perlindungan industri dan pekerja domestik.

Jenis komoditi Amerika Serikat Inggris
Gandum (karung/jam kerja) 6 1
Kain (meter/jam kerja) 4 5

Jadi tampak AS lebih efisien dalam hal produksi gandum, sedangkan Inggris lebih efisien dalam memproduksi kain.Bila AS menukarkan 6 karung gandum dengan 6 meter kain, maka AS akan memperoleh keuntungan 2 meter kain(6 karung gandum setara dengan 4 meter kain di AS) dan menghemat ½ jam kerja.Sama halnya dengan 6 karung gandum yang diterima Inggris kan setara dengan 6 jam kerja memproduksi gandum di Inggris dan 6 jam ini jika dilakukan memproduksi kain akan menghasilkan 30 meter kain sehingga keuntungan yang diperoleh Inggris 24 meter kain.

2.4 Perdagangan Berdasarkan Keunggulan Komparatif: David Ricardo
Dalam buku David Ricardo yang berjudul Principles of Political Economy and Taxation, berisi prinsip mengenai hukum keunggulan komparatif yang merupakan salah satu hukum perdagangan Internasional yang paling penting dan belum mendapat tantangan dari berbagai aplikasi dan praktek.Menurut hukum keunggulan komparatif, meskipun sebuah negara kurang efisien(memiliki kerugian absolut) dibanding negara lain dalam memproduksi kedua komoditi, namum masih tetap terdapat dasar untuk melalukan perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak.Negara pertama harus melakukan spesialisasi dalam memproduksi dan mengekspor komoditi yang memiliki kerugian absolut lebih kecil(komoditi dengan keunggulan komparatif) dan mengimpor komoditi yang memiliki kerugian absolut lebih besar(komoditi dengan kerugian komparatif).

Jenis komoditi Amerika Serikat Inggris
Gandum (karung/jam kerja) 6 1
Kain (meter/jam kerja) 4 2

Amerika Serikat memiliki keunggulan absolut baik memproduksi gandum maupun kain, tetapi karena kunggulan komparatif gandum lebih besar (6:1) dibanding kain (4:2), maka AS memiliki keunggulan komparatif dalam gandum.Kerugian absolut Inggris lebih kecil dalam kain sehingga Inggris memiliki keunggulan komparatif pada kain.

Keuntungan Perdagangan
Kalau kita lihat lagi tabel di atas, karena AS dapat menukarkan 6 karung gandum dengan 4 meter kain secara domstik, AS dapat memperoleh keuntungan jika dia menukarkan 6 karung gandum dengan kebih dari 4 meter kain dari Inggris.Di lain pihak di Inggris, 6 karung gandum setara dengan 12 meter kain(keduanya memerlukan 6 jam kerja).Oleh karena itu, berapapun jumlah kain(asalkan <12 meter) yang akan ditukar dengan memperoleh 6 karung gandum menggambarkan keuntungan perdagangan bagi Inggris.Secara ringkas, AS memperoleh keuntungan dalam arti bahwa AS dapat menukar 6 karung gandum dengan lebih dari 4 meter kain dari Inggris.Jadi range untuk perdagangan yang saling menguntungkan adalah(gandum=G; kain=K)
4K < 6G < 12K
Selisih antara 4K dan 12K yaitu 8K adalah total keuntungan yang tersedia dari perdagangan sebesar 6G.Jadi semakin dekat nilai tukar 4K ke 6G, maka semakin kecil keuntungan yang diperoleh AS dan semakin besar keuntungan Inggris, sebaliknya semakin dekat nilai tukar 12K ke 6G, semakin besar keuntungan AS terhadap Inggris.
Pengecualian teori keunggulan komparatif adalah jika kerugian absolut yang dimiliki suatu negara pada kedua komoditi sama besarnya, sehingga tidak dapat menguntungkan keduabelah pihak.Oleh karena itu ada modifikasi pada teori ini, yaitu meskipun kerugian absolut atas kedua komoditi, masih ada dasar untuk melakukan perdagangan kecuali jika kedua tersebut memiliki proporsi yang sama.
2.5 Keunggulan Komparatif dan Biaya Oportunitas
Hukum keunggulan komparatif menurut David Ricardo yaitu:
1. Hanya terdapat dua negara dan dua komoditi;
2. Perdagangan bersifat bebas;
3. Terdapat mobilitas tenaga kerja yang sempurna di dalam negara namun tidak ada mobilitas antar dua negara;
4. Biaya produksi konstan;
5. Tidak terdapat biaya transportasi,;
6. Tidak ada perubahan teknologi;
7. Menggunakan teori nilai tenaga kerja

2.5a Keunggulan Komparatif dan Teori nilai Tenaga Kerja
Azas Keunggulan Komparatif:
• Memiliki Potensi Ekspor,
Bila komoditi ekspor itu memiliki keunggulan mutlak/komparatif dengan menekan biaya produksi, efisiensi dan tingkat produktifitas lebih tinggi dibanding negara lain.
• Keunggulan Mutlak,
Bila langka secara alamiah dan terikat iklim. CPO, Karet, Lada, Timah, Tembaga hanya tumbuh/terkandung di bumi Indonesia
• Keunggulan Komparatif,
Seperti hasil produk industri : tekstil, makanan / minuman kalengan,semen,kayu lapis.Sesuai dengan selera (taste) seperti kayu jati, yang desain alamiahnya cocok dengan pasar di Eropah, Inggris / Amerika.
• Cadangan Strategis Nasional
Misalnya, pada saat kekurangan beras. Ekspor beras mutu tinggi dengan harga mahal dan impor beras murah. Sehingga cadangan beras cukup untuk rakyat miskin (raskin).
Menurut teori nilai tenaga kerja, nilai atau harga sebuah komoditi tergantung dari jumlah tenaga kerja yang di gunakan untuk membuat komoditi tersebut. Pernyataan tersebut membawa implikasi bahwa:
1. Setiap tenaga kerja adalah satu-satunya faktor produksi, atau tenaga kerja yang digunakan dalam proporsi yang tetap dan sama jumlahnya dalam membuat semua komoditi
2. Tenaga kerja bersifat homogen
Prinsip Dasar Perdagangan Internasional :
• Teori Faktor Produksi
Teorema HO = Hechsher – Ohlin
Sebuah negara akan mengekspor komoditi yang produksinya lebih banyak menyerap faktor produksi yang relatif berlimpah di negara itu, dan dalam waktu yang bersamaan ia akan mengimpor komoditi yang produksinya memerlukan sumber daya yang relatif langka dan mahal di negara itu.
• Kedudukan Komoditi Indonesia
Negara Asean Indonesia, Malaysia, Thailand Bila bersatu akan berperan dalam perda gangan internasional. Menjadi supplyer utama timah, karet, kayu. Sekarang CPO memiliki potensi ekspor apalagi sebagai bahan baku utama bio diesel.
2.5b Teori Biaya Oportunitas
Menurut teori ini, biaya sebuah komoditi adalah jumlah komoditi kedua yang harus dikorbankan untuk memperoleh sumber daya yang cukup untuk memproduksi satu unit tambahan komoditi pertama.

2.5c Batas Kemungkinan Produksi pada Biaya Konstan
Biaya Oportunitas yang Konstan timbul ketika:
1. Sumber daya atau faktor produksi bersifat subtitusi sempurna atau digunakan dalam proporsi yang sama dalam memproduksi kedua komoditi
2. Semua unit dari faktor produksi yang sama bersifat homogen atau memiliki kualitas yang tepat sama

2.5d Biaya Oportunitas dan Harga Komoditi Relatif
Perbedaan harga komoditi relatif antara dua negara merupakan refleksi dari keunggulan komparatif mereka dan memberikan dasar untuk melakukan perdagangan yang menguntungkan kedua pihak.
Persamaan pendapatan suatu negara dengan Sistem Ekonomi Terbuka (open economy) dipengaruhi oleh adanya Ekspor dan Impor, sedangkan pada negara dengan Sistem Ekonomi Tertutup (close economy) atau Autharky tidak ada kegiatan Ekspor dan Impor atau perdagangan bebas(free trade).

Y = C + (S-I) + (G-T) + (X-M)
C = Konsumsi;
S-I = Tabungan – Investasi;
G-T = Pengeluaran pemerintah – Pajak(APBN);
X-M = Ekspor-Impor

2.6 Dasar dan Keuntungan Perdagangan pada Biaya Konstan
Dalan situasi tanpa perdagangan, sebuah Negara hanya dapat mengkonsumsi komditi – komoditi yang doproduksinya saja. Sebagai akibatnya batas kemungkinan produksi Negara tersebut juga menggambarkan batas konsumsinya. Kombinasi komoditi bagaimana yang secara actual dipilih untuk diproduksi dan dikonsumsi akan tergantung pada selera masyarakat, atau pada sisi permintaan.

2.6a Ilustrasi Keuntungan dari Perdagangan
Amerika Serikat Inggris
B’

E
A E’
A’
B
90 110 180 40 60 70
Gandum Gandum
Dalam situasi tanpa perdagangan, Amerika Serikat memproduksi dan mengkonsumsi pada titik A dan Inggris pada titik A’. Dengan perdagangan, Amerika melakukan spesialisasi dalam memproduksi gandum dan memproduksi pada titik B, sementara Inggris melakukan spesialisasi dalam produksi kain dan memproduksi pada titik B’. Dengan menukarkan 70 G untuk memperoleh 70 K dari Inggris, Amerika Serikat akan mencapai konsumsi pada titik E (dan memperoleh keuntungan sebesar 20 G dan 10 K), sementara Inggris akan smapai pada tingkat konsumsi di titik E’ (dan memperoleh keuntungan 30 G dan 10 K).
2.6b Harga Komoditi Relatif dengan Adanya Perdagangan.
Pw/Pc Pc/Pw
Sw(AS+Inggris)
Sc(AS+Inggris)

E E
Dw(AS+Inggris) Dc(AS+Inggris)

B B’ B’ B”
180 240 120 240
Gandum Kain
Pada panel sebelah kiri, SG (US+UK) merupakan kurva penawaran gandum gabungan dari Amerika dan Inggris. Kurva ini memperlihatkan bahwa Amerika dapat memproduksi maksimum 180G = 0B pada PG/Pk = 2/3, sedangkan Inggris dapat memproduksi maksimum 60G = BB* pada PG/Pk = 2. Kurva DG(US+UK) merupakan kurva permintaan gabungan terhadap gandum dari Amerika dan Inggris. Kedua kurva ini saling memotong pada titik E dan menghasilkan kuantitas keseimbangan pada 180G (yang semuanya diproduksi di Amerika) dan harga keseimbangan pada PG/Pk = 1. Panel sebelah kanan memperlihatkan keseimbangan untuk komoditi kain pada perpotongan kurva permintaan DK(US+UK) dengan kurva penawaran SK(US+UK) pada titik E’ dengan kuantitas keseimbangan sebesar 120K (yang semuanya diproduksi di Inggris dan harga keseimbangan PG/Pk = 1.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: